Aku menulis ini untuk diriku yang dulu, yang mulai belajar bahasa Jepang pada suatu Selasa malam di tahun 2023 dengan tab Duolingo terbuka dan tanpa rencana. Ia membuang empat bulan untuk pelajaran si burung hantu, dua bulan lagi untuk memaksakan Anki, lalu sebulan terakhir terombang-ambing di antara buku teks sebelum menemukan cara yang bertahan.
Inilah rencana yang kuharap kumiliki pada Selasa pertama itu. Enam fase, perkiraan waktu kasar, dan alat yang spesifik. Ikuti atau sesuaikan; keduanya berhasil selama bentuk dasarnya sama.
Fase 1: Kana (dua minggu pertama)
Target: kamu bisa membaca keras kata hiragana atau katakana apa pun, pelan-pelan.
Jangan lewati ini. Setiap menit yang kamu habiskan membaca bahasa Jepang dalam romaji adalah menit yang tidak membangun pengenalan pola visual yang membuat membaca jadi otomatis. Sebagian besar orang dewasa menguasai hiragana dalam tiga hari yang fokus dan katakana dalam tiga hari berikutnya. Dua minggu memberimu cadangan waktu yang nyaman.
Lihat panduan hiragana dan panduan katakana untuk jadwal pasti dan sistem jembatan keledainya.
Jika kamu sudah mengenal kana
Langsung ke Fase 2, tetapi tetap lakukan latihan pengenalan setiap hari selama bulan pertama. Lupa itu nyata. Biayanya sepuluh menit seminggu dan menyelamatkanmu dari belajar ulang tiga bulan kemudian.
Fase 2: Kosakata inti N5 (bulan 1-3)
Target: 500-800 kata berfrekuensi tinggi, didengar dan dibaca.
Kosakata adalah hal dengan daya ungkit tertinggi yang bisa kamu lakukan dalam tiga bulan pertama. Tata bahasa tanpa kata hanyalah teori; tata bahasa dengan kata adalah bahasa. Kerjakan daftar JLPT N5 (sekitar 800 kata) dalam sistem pengulangan berjeda. Set N5 Inku disusun per kategori dan frekuensi, dilengkapi audio. Kamu juga bisa menjelajahi kosakata N5 per topik untuk melihat cakupan daftarnya sebelum mulai berlatih.
Target harian:
- 10-15 kata baru per hari
- Semua pengulangan harian (biasanya total 20-40 menit)
- Ucapkan setiap kata dengan keras setidaknya sekali
Dengan laju ini, kamu akan menyelesaikan kosakata N5 dalam 60-80 hari. Ada hari yang terlewat. Ada minggu yang lebih ngebut. Yang penting rata-ratanya.
Fase 3: Dasar tata bahasa (bulan 4-6)
Target: nyaman dengan 100 pola tata bahasa paling umum.
Pada bulan keempat kamu sudah punya cukup kosakata untuk menjadi pijakan pelajaran tata bahasa. Pilih salah satu:
- Genki Companion dari Tofugu jika kamu suka pelajaran terstruktur dengan latihan.
- Tae Kim's Guide to Japanese (gratis) jika kamu ingin referensi linguistik yang kaya pola.
- Bunpro jika kamu ingin latihan tata bahasa ala SRS.
Kerjakan satu poin tata bahasa per hari. Baca penjelasannya. Pelajari lima contoh kalimat. Tambahkan polanya ke set SRS atau buku catatanmu. Dalam tiga bulan kamu akan menguasai tulang punggung tata bahasa N4 dan sebagian besar N5.
Fase 4: Input nyata (bulan 7-12)
Target: mendengarkan atau membaca bahasa Jepang setiap hari selama 15 menit.
Inilah fase yang membedakan penghobi dari pelajar. Pada bulan ketujuh kamu sudah punya cukup kosakata dan tata bahasa untuk mulai menikmati bahasa Jepang yang nyata. Bukan kalimat buku teks, melainkan konten asli yang ditujukan untuk penutur Jepang.
Mulai di sini:
- Easy NHK News (NHK Web Easy). Berita sungguhan, ditulis ulang dalam bahasa Jepang sederhana dengan furigana. Sepuluh menit sehari.
- Satori Reader. Bacaan berjenjang dengan audio dan catatan tata bahasa langsung di teks.
- Podcast bahasa Jepang untuk pelajar. Nihongo con Teppei, Learn Japanese with Noriko. Dengarkan di mobil, saat jalan kaki.
- Acara TV anak-anak. Shimajiro, Doraemon. Kosakata sedikit, pengulangan tinggi.
Jangan berusaha memahami 100 persen. Targetkan pemahaman 70-80 persen, relakan sisanya, dan kembalilah ke kata-kata baru di SRS-mu.
Fase 5: Output (bulan 13-15)
Target: menghasilkan bahasa Jepang, walau masih buruk, setiap hari.
Di sinilah sebagian besar pelajar mandek. Kamu harus berbicara dan menulis untuk menembus batas pemahaman. Bagian tersulitnya, berbicara terasa tidak enak pada bulan pertama karena otakmu bisa mengenali kalimat yang belum bisa ia hasilkan.
Alat:
- italki untuk teman bercakap berbayar. $10-20 per sesi. Mulai dengan 1 sesi seminggu.
- HelloTalk atau Tandem untuk teman bertukar bahasa gratis.
- Jurnal pribadi. Tulis 3-5 kalimat sehari dalam bahasa Jepang. Sederhana tidak apa-apa. Intinya adalah tindakan menghasilkan bahasa.
- Shadowing. Ulangi ucapan penutur asli dengan keras, segera setelah mereka. Dua puluh menit seminggu.
Fase 6: Pemeliharaan (selamanya)
Target: kontak harian, pertumbuhan lebih lambat.
Setelah bulan ke-15 kamu beralih dari belajar secara sengaja ke pemeliharaan. Kamu sudah cukup bisa membaca, mendengarkan, dan berbicara. Kamu menambah kosakata saat menemuinya. Kamu mendalami kanji dengan laju lebih lambat. Kamu sudah membangun kebiasaan, dan kini kebiasaan itu menopang dirinya sendiri.
Teruskan:
- Pengulangan SRS setiap hari, 5-15 menit.
- Menikmati konten asli setiap hari, 15-30 menit.
- Berbicara atau menulis setiap minggu.
Berapa lama per hari?
Jawaban jujurnya berbeda per fase:
- Fase 1 (kana): 30-60 menit sehari selama dua minggu.
- Fase 2-3 (kosakata N5 + tata bahasa): 25-40 menit sehari.
- Fase 4 (input): minimal 30 menit sehari, lebih jika kamu menikmatinya.
- Fase 5 (output): 45 menit hingga satu jam di hari latihan, 20 menit di hari lain.
- Fase 6 (pemeliharaan): 15-30 menit sehari tanpa batas waktu.
15 menit sehari selama setahun mengalahkan 2 jam sehari selama sebulan. Kurva lupa tidak memaafkan jeda.
Pilihan alat di tiap fase
Inilah yang benar-benar akan kupakai jika mulai dari awal lagi:
- Fase 1: Inku (hiragana + katakana), buku catatan dan pena.
- Fase 2: Inku (set N5), buku teks Genki sebagai referensi.
- Fase 3: Bunpro atau Tae Kim untuk tata bahasa, Inku untuk memperkuat kosakata.
- Fase 4: NHK Web Easy, Satori Reader, aplikasi podcast.
- Fase 5: guru italki, aplikasi jurnal bahasa Jepang, teman bertukar bahasa.
- Fase 6: Apa pun yang sejauh ini membuatmu tetap di jalur.
Untuk tinjauan yang lebih luas tentang kursus, podcast, aplikasi, dan kanal belajar bahasa Jepang di luar rangkaian Inku, aku juga akan memeriksa panduan bahasa Jepang dari All Language Resources. Gunakan untuk menemukan sumber, lalu kembali ke rangkaian mingguan kecil yang benar-benar bisa kamu ulangi.
Empat penyebab kegagalan
Kegagalan 1: Kamu tidak pernah keluar dari Fase 1
Kamu terus kembali ke Duolingo 5 menit sehari dan menyebutnya belajar. Tiga bulan kemudian bahasa Jepangmu tidak berbeda dari nol. Solusi: berkomitmen menggenjot kosakata di Fase 2.
Kegagalan 2: Kamu melewatkan kana
Kamu bergantung pada romaji sepanjang bulan 2-3 dan tidak pernah melatih otot membaca. Saat mencoba membaca bahasa Jepang yang nyata, kamu merasa kelelahan lalu berhenti. Solusi: dua minggu untuk kana, lalu bebas romaji selamanya.
Kegagalan 3: Kamu menumpuk tata bahasa di awal
Kamu menghabiskan bulan 1-3 untuk teori tata bahasa tanpa kosakata sebagai pijakan. Pola-polanya tidak melekat karena tidak ada tempat untuk menggantungkannya. Solusi: kosakata dulu, tata bahasa kemudian.
Kegagalan 4: Kamu tidak pernah mulai output
Kamu terus dalam mode input saja karena berbicara terasa memalukan. Kamu mentok di kemampuan membaca N4 dan tidak pernah berbicara. Solusi: di bulan ke-13, pesan satu sesi italki. Meskipun hasilnya buruk.
Pertanyaan umum
Apa cara terbaik belajar kosakata bahasa Jepang?+
Pelajari beberapa kata baru sehari beserta audionya, ingat masing-masing sebelum memeriksa jawaban, dan biarkan aplikasi pengulangan berjeda menjadwalkan pengulanganmu. Inku melakukannya dengan set JLPT N5 hingga N1 siap pakai di web dan iPhone; Anki cocok jika kamu lebih suka membuat set sendiri.
Sebenarnya berapa lama waktu untuk belajar bahasa Jepang?+
Dari nol, sebagian besar pelajar dewasa mencapai bahasa Jepang tingkat percakapan (setara JLPT N4-N3) dalam 12 hingga 18 bulan dengan sekitar 30 hingga 45 menit sehari. Kefasihan sejati (nyaman membaca novel, menonton TV, dan bercakap santai) butuh 3 hingga 5 tahun. Foreign Service Institute Amerika Serikat menggolongkan bahasa Jepang sebagai bahasa Kategori IV, yang membutuhkan 2.200+ jam bagi penutur bahasa Inggris untuk mencapai kemahiran profesional.
Bisakah belajar bahasa Jepang tanpa tinggal di Jepang?+
Bisa. Tinggal di Jepang mempercepat kemampuan mendengar dan berbicara, tetapi kerja tata bahasa dan kosakatanya sama saja, entah kamu di Osaka atau Ottawa. Dengan internet, kamu bisa mencapai tingkat percakapan dari mana saja.
Apakah aku perlu guru atau kelas?+
Tidak di tahap pemula. Belajar mandiri dengan kurikulum terstruktur (seperti Genki atau aplikasi seperti Inku) sudah cukup untuk tahun pertama. Guru atau teman bercakap mulai berharga sekitar bulan ke-6, saat kamu butuh latihan output secara langsung.
Haruskah belajar kanji sejak hari pertama?+
Tidak. Pelajari hiragana dan katakana dulu, lalu mulai kanji setelah kamu menguasai sekitar 100 kosakata. Kanji yang dipelajari tanpa konteks mudah dilupakan. Kanji yang melekat pada kata yang kamu pakai lebih mudah diingat.
Lebih baik fokus membaca atau berbicara dulu?+
Input dulu, lalu output. Habiskan 6 bulan pertama untuk membaca dan mendengarkan. Berbicara dan menulis akan menyusul begitu kamu punya dasar bahasa Jepang yang bisa dipahami dengan kuat.
Berikutnya: mulai Fase 1. Atau, jika kamu ingin bagian kosakata Fase 2 disiapkan untukmu, Inku punya set N5 siap pakai dengan audio. Jika sedang memilih alat, lihat Inku vs Duolingo atau Inku vs Anki. Atau jelajahi semua pusat topik bahasa Jepang untuk melihat ke mana tiap fase mengarah.
