- Beranda
- Bahasa Jepang
- Pelafalan Bahasa Jepang
Pelafalan Bahasa Jepang
Secara fonetis lebih sederhana daripada bahasa Inggris, tetapi punya aksen nada yang diabaikan kebanyakan aplikasi.
- Vokal
- 5 vokal murni
- Ritme
- Berbasis mora
- Nada
- Aksen nada (bukan bahasa bernada)
Vokal
Bahasa Jepang punya lima vokal: a (seperti di "father"), i (seperti di "machine"), u (antara "oo" dan "uh" dalam bahasa Inggris), e (seperti di "egg"), o (seperti di "go"). Vokal selalu dilafalkan sama. Tidak ada vokal bisu, tidak ada 'magic e'.
Vokal panjang (ditandai karakter vokal tambahan dalam hiragana atau garis dalam katakana) ditahan dua kali lebih lama. Ini mengubah arti: obasan (bibi) vs obaasan (nenek).
Ritme mora
Bahasa Inggris berbasis tekanan (sebagian suku kata lebih keras dan panjang). Bahasa Jepang berbasis mora: setiap suku kata mendapat panjang yang kira-kira sama. Saat mengucapkan Tokyo (東京), 'to-u-kyo-u' punya empat ketukan yang sama panjang, bukan dua ketukan bertekanan.
Inilah yang membuat bahasa Jepang terdengar 'datar' di telinga penutur bahasa Inggris saat diucapkan pemula. Ini juga ritme yang diperhatikan penutur asli.
Aksen nada
Bahasa Jepang bukan bahasa bernada seperti bahasa Tionghoa, tetapi punya aksen nada: setiap kata punya pola nada tinggi/rendah yang penting untuk pemahaman. 橋 (hashi, jembatan) dan 箸 (hashi, sumpit) dibedakan oleh pola nadanya.
Kebanyakan aplikasi pemula mengabaikan aksen nada. Kebanyakan penutur asli memaklumi pelajar yang salah. Namun, jika ingin terdengar fasih, pola-polanya layak dipelajari setelah kamu melewati N4.
Bacaan terkait
- Penjelasan aksen nada
- Cara melafalkan ん
- Bunyi R Jepang
- Bunyi F dalam ふ
- Vokal U Jepang
- Vokal tak bersuara: mengapa です terdengar seperti dess
Pertanyaan umum
Apakah bahasa Jepang sulit dilafalkan?+
Tidak, bagi penutur bahasa Inggris pelafalan bahasa Jepang relatif mudah. Ragam bunyinya sedikit dan konsisten.
Apakah saya perlu menguasai aksen nada?+
Tidak untuk sekadar dipahami. Untuk terdengar alami, ya, pada akhirnya.
